FBI secara resmi mengaitkan peretasan Binance senilai lebih dari $6 miliar kepada kelompok peretas Korea Utara yang dikenal sebagai TraderTraitor, menjadikan insiden ini sebagai pencurian kripto terbesar dalam sejarah.
Latar Belakang Peretasan
Peretasan yang terjadi pada Oktober 2026 ini melibatkan eksploitasi infrastruktur hot-wallet Binance, bukan kebocoran private key langsung. Dalam postingan X, Cointelegraph melaporkan atribusi FBI ini sebagai perkembangan besar.
Kelompok TraderTraitor sebelumnya telah terlibat dalam berbagai serangan siber terhadap institusi keuangan global. Dampaknya sangat signifikan bagi pasar kripto yang sedang bergejolak.
Dampak Pasar dan Respons
Insiden ini memicu likuidasi besar-besaran dan penurunan harga Bitcoin di bawah $78.000 pada saat itu. Binance telah berkomitmen mengganti dana pengguna.
Berikut beberapa poin utamanya:
- Nilai Kerugian: Lebih dari $6,3 miliar, melebihi rekor sebelumnya.
- Metode: Kompromi sistem internal dan hot-wallet.
- Respons Internasional: FBI aktif dalam investigasi dan pemblokiran transaksi.
Menurut laporan Cointelegraph di X, FBI telah mengatribusikan peretasan ini secara resmi ke TraderTraitor.
Sumber berita: Postingan X @Cointelegraph
Kesimpulan
Peretasan Binance oleh aktor negara Korea Utara menandai eskalasi ancaman siber terhadap ekosistem kripto. Investor perlu lebih waspada terhadap risiko keamanan exchange sentralisasi, sementara industri harus memperkuat infrastruktur dan kerja sama dengan otoritas.
Ikuti Kami