Bitcoin Catat Streak Daily Net Realized Losses Terpanjang Sejak Agustus di Bawah $80.000 - bahas-crypto
Breaking
  • Memuat berita terbaru...

Senin, 02 November 2026

Bitcoin Catat Streak Daily Net Realized Losses Terpanjang Sejak Agustus di Bawah $80.000

Bitcoin mencatat streak daily net realized losses terpanjang sejak pertengahan Agustus, seiring seller keluar di bawah level $80.000, menurut data Glassnode.

Bitcoin realized losses Glassnode
Data Glassnode menunjukkan streak realized losses Bitcoin.

Data On-Chain dari Glassnode

Realized losses mencerminkan selisih antara harga pembelian dan harga jual aktual di on-chain. Streak terpanjang ini menunjukkan tekanan jual yang berkelanjutan dari holder yang membeli di level lebih tinggi. Level $80.000 menjadi zona psikologis penting, di mana banyak short-term holders mengalami kerugian. Data ini muncul di tengah hack Binance yang menambah ketidakpastian pasar.

Meski demikian, Bitcoin menunjukkan ketahanan relatif, bertahan di sekitar $78.000 menurut beberapa laporan Bitwise. Ini berbeda dari crash besar di masa lalu. Volume realisasi kerugian yang tinggi sering kali mendahului bottom lokal, namun perlu konfirmasi dari data lain seperti exchange inflows dan long-term holder behavior. Dalam konteks IDR, level $80.000 setara sekitar Rp1,26 miliar per BTC.

Dampak terhadap Sentimen Pasar

Seller yang keluar di bawah $80.000 mencerminkan capitulation parsial di kalangan trader. Namun, long-term holders tetap relatif stabil. Peristiwa ini bertepatan dengan midterm elections AS dan data makro seperti JOLTS serta Nonfarm Payrolls yang akan dirilis dalam beberapa hari. Pasar saham AS juga mengalami tekanan di mega-cap tech, yang dapat spill over ke kripto.

ETF Bitcoin spot mencatat outflow harian terbesar sejak Juni, menambah tekanan. Namun, ketahanan Bitcoin pasca-hack Binance dianggap sebagai sinyal positif oleh beberapa analis, karena pasar tidak panik berlebihan. Dampaknya bisa terlihat pada penurunan leverage di futures dan peningkatan fokus pada data on-chain lainnya.

Prospek ke Depan

Jika streak losses berlanjut, support berikutnya bisa diuji. Sebaliknya, jika volume losses menurun dan price stabilizes, ini bisa menjadi setup untuk rebound. Analis memantau data Glassnode lebih lanjut serta respons terhadap data employment AS. Dalam skenario makro, bond stress dan AI credit risk juga menjadi faktor yang disebutkan Bitwise.

Secara keseluruhan, data ini mengingatkan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi pasca-rally sebelumnya. Investor ritel di Indonesia dapat memanfaatkan volatilitas dengan strategi dollar-cost averaging, sambil memperhatikan level support kunci. Peristiwa ini memperkuat pentingnya risk management di level harga psikologis seperti $80.000.

Kesimpulan

Streak realized losses terpanjang sejak Agustus menunjukkan tekanan jual nyata di bawah $80.000, namun ketahanan harga Bitcoin memberikan harapan. Pantau data on-chain dan makro dalam beberapa hari ke depan untuk konfirmasi arah berikutnya.