Changpeng Zhao (CZ) memastikan Binance menutup seluruh kerugian dari hack terbesar dalam sejarah kripto senilai $6,3 miliar sepenuhnya dari neraca internal perusahaan, tanpa pinjaman, penjualan aset, atau pendanaan eksternal.
Kronologi Hack Terbesar Sepanjang Masa
Serangan terjadi pada 29 Oktober 2026, dimulai sekitar pukul 20:05 UTC di XRP Ledger sebelum menyebar ke Ethereum, Bitcoin, Solana, dan beberapa chain lainnya. Dalam waktu kurang dari empat jam, penyerang menguras hot wallet Binance di sembilan hingga sebelas blockchain. Total aset yang dicuri mencapai sekitar $6,3 miliar, dengan Ethereum menjadi yang terbesar senilai sekitar $3,8 miliar termasuk USDT dan USDC. Penyelidik dari Chainalysis, TRM Labs, dan Elliptic mengaitkan serangan ini dengan grup TraderTraitor yang terkait Korea Utara, sama seperti hack Bybit sebelumnya.
Binance awalnya menelusuri sumber ke laptop engineer DevOps yang dikompromikan, yang memungkinkan akses ke service container. Investigasi lebih lanjut mengungkap titik pelanggaran tambahan. Tether dan Circle berhasil membekukan lebih dari $2,36 miliar hingga total sekitar $3 miliar dalam aset yang dibekukan. Aave sempat membekukan pasar setelah penyerang meminjam sekitar $44,6 juta. FBI dan Secret Service resmi bergabung dalam upaya pemulihan, mengkonfirmasi atribusi ke Korea Utara.
CZ Menutup Kerugian dari Neraca Sendiri
CZ menyatakan bahwa Binance telah mengalokasikan dana untuk menutup 100% kerugian tanpa meminjam, menjual aset, atau mencari pendanaan luar. Perusahaan menyisihkan sekitar $6,34 miliar, termasuk $5 miliar dalam token yang sesuai dengan yang dicuri. Hingga 1-2 November, sekitar 95% telah diganti, dengan 5% masih dalam proses konversi ke token yang lebih kecil. Ini menunjukkan kekuatan neraca Binance yang mampu menanggung kerugian setara hampir 45% GDP Korea Utara jika dihitung dari total historis pencurian grup tersebut.
Penarikan mulai dibuka kembali secara bertahap mulai 1 November di 15 jaringan. DefiLlama mencatat net outflows sekitar $5,8 miliar dalam 24 jam setelah penarikan dilanjutkan, meski volume mulai stabil. Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan pengguna, namun menimbulkan pertanyaan tentang dampak jangka panjang terhadap likuiditas dan persepsi risiko di bursa terpusat. Pasar merespons dengan volatilitas terbatas pada Bitcoin yang tetap bertahan di sekitar $78.000.
CZ: Binance covered its $6.3B hack losses entirely from its own balance sheet, with no borrowing, asset sales or outside funding.
Dampak Pasar dan Respons Regulator
Hack ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, melampaui Bybit $1,5 miliar pada 2025. Korea Selatan langsung memerintahkan bursa untuk meningkatkan holding di cold wallet dan memperkuat cadangan. Di AS, politisi berdebat soal regulasi, sementara Secret Service mengonfirmasi investigasi berlanjut dengan sebagian besar dana sudah dibekukan. Bitcoin sempat mencatat streak realized losses terpanjang sejak pertengahan Agustus karena seller keluar di bawah $80.000, menurut Glassnode.
Pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan ketahanan relatif, dengan Bitcoin tidak mengalami crash besar. Namun, outflows dari Binance dan perhatian pada keamanan hot wallet dapat mempercepat adopsi self-custody dan solusi L2. Dalam jangka menengah, peristiwa ini memperkuat argumen untuk regulasi yang lebih ketat di bursa besar sekaligus menguji ketahanan institusi seperti Binance. Total historis pencurian oleh Lazarus Group kini mencapai sekitar $11,87 miliar, setara 45% GDP Korea Utara.
Kesimpulan
Kemampuan Binance menutup $6,3 miliar dari neraca sendiri tanpa bantuan eksternal menunjukkan skala dan cadangan yang luar biasa, meski menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan risiko operasional di masa depan. Pasar tetap waspada terhadap volatilitas tambahan seiring investigasi berlanjut dan penarikan berlangsung. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan infrastruktur tetap menjadi tantangan terbesar di industri kripto, bahkan bagi pemain terbesar.


Ikuti Kami